INVESTIGASINEWSCOVER.COM
JAKARTA-Kedekatan antara Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Agama Nasaruddin Umar telah terjalin sejak lama, mencerminkan hubungan yang didasarkan pada saling percaya dan penghormatan. Hubungan ini semakin terlihat jelas ketika Prabowo menunjuk Nasaruddin sebagai Menteri Agama dalam Kabinet Merah Putih pada 20 Oktober 2024.
Nasaruddin Umar lahir di Ujung-Bone, Sulawesi Selatan, pada 23 Juni 1959. Ia menempuh pendidikan di Pesantren As’adiyah Sengkang dan melanjutkan studi di Fakultas Syari’ah IAIN Alauddin Ujung Pandang. Setelah meraih gelar sarjana, Nasaruddin melanjutkan pendidikan S2 dan S3 di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, hingga meraih gelar Guru Besar dalam bidang Tafsir.
Sebelum menjabat sebagai Menteri Agama, Nasaruddin memiliki rekam jejak panjang di bidang pendidikan dan keagamaan. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (2006-2012), Wakil Menteri Agama (2011-2014), dan sejak 2016 dipercaya sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal.
Penunjukan Nasaruddin sebagai Menteri Agama oleh Presiden Prabowo pada Oktober 2024 mengejutkan banyak pihak, termasuk dirinya sendiri. Ia mengaku tidak menyangka akan diberikan amanah tersebut dan merasa terhormat atas kepercayaan yang diberikan oleh Presiden.
Kepercayaan Prabowo terhadap Nasaruddin
Salah satu bukti nyata dari kedekatan dan kepercayaan Prabowo terhadap Nasaruddin adalah permintaannya agar Nasaruddin tetap menjabat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal meskipun telah diangkat sebagai Menteri Agama. Prabowo menilai bahwa peran Nasaruddin di Masjid Istiqlal sangat strategis, terutama dalam menindaklanjuti agenda internasional seperti Deklarasi Istiqlal bersama Paus Fransiskus yang membahas moderasi beragama dan penyelamatan lingkungan hidup.
Pesan Prabowo kepada Nasaruddin
Sebagai Menteri Agama, Nasaruddin menerima pesan khusus dari Presiden Prabowo untuk rajin berkomunikasi dan bersilaturahmi dengan para tokoh agama. Prabowo menekankan pentingnya peran tokoh agama dalam memahami dan menyelesaikan berbagai persoalan sosial di masyarakat. Nasaruddin menilai bahwa selama ini tokoh agama sering dilibatkan dalam menangani akibat dari suatu masalah, namun jarang diajak berdiskusi mengenai akar permasalahan tersebut.
Sinergi untuk New Kementerian Agama
Kedekatan antara Prabowo dan Nasaruddin mencerminkan sinergi antara pemimpin negara dan tokoh agama dalam membangun bangsa. Kepercayaan yang diberikan Prabowo kepada Nasaruddin menunjukkan pengakuan atas kapasitas dan integritasnya dalam memimpin institusi Kementerian Agama Republik Indonesia serta menjalankan tugas pemerintahan.
Sebagai Menteri Agama dan Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin menghadapi tantangan besar dalam mempromosikan moderasi beragama, memperkuat toleransi antar umat beragama, dan menindaklanjuti agenda-agenda internasional yang telah dirintis. Dukungan penuh dari Presiden Prabowo tambah memperkuat langkah-langkah strategis dalam mencapai tujuan tersebut.
Hubungan antara Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Agama Nasaruddin Umar didasarkan pada saling percaya dan penghormatan. Penunjukan Nasaruddin sebagai Menteri Agama serta permintaan untuk tetap menjabat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal menunjukkan betapa pentingnya peran Nasaruddin dalam pemerintahan dan dalam mempromosikan nilai-nilai keagamaan di Indonesia. Sinergi antara keduanya diharapkan dapat membawa dampak positif bagi pembangunan bangsa dan memperkuat harmoni antar umat beragama.
( Achmad Hidayat)
Posting Komentar